Lilin Gemerlap di Tengah Gelap

SMA Kristen 5 PENABUR Jakarta menutup tahun pelajaran 2019-2020 dengan ibadah yang diadakan pada Jumat, 19 Juni 2020.  Ibadah bertema “Kuatlah dan Jadilah Terang” itu dipimpin oleh Pendeta Hobert Videman, M.Si.(Teol.) dari GKI Ciledug Raya. Seluruh guru dan siswa mengikuti ibadah yang tayang di akun YouTube resmi SMAK 5 PENABUR Jakarta Official.

Pdt. Hobert dalam pelayanan firmannya mengambil bacaan Alkitab dari Yesaya 60:1-9 yang membahas tentang pengharapan. Dalam kitab tersebut diceritakan Bangsa Israel yang melewati masa pembuangan selama enam puluh tahun. Pada masa itu, Bangsa Israel menghadapi banyak pergumulan dan ketidakpastian. “Namun proses itu membuat mereka menjadi pribadi yang kuat dan berpengharapan penuh pada Tuhan,” jelasnya.

Seperti kondisi saat ini, mulanya banyak orang menaruh harapan besar pada 2020. Akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah banyak sekali peristiwa buruk yang melanda mulai dari awal tahun hingga kini. “Kita harus belajar dari Bangsa Israel agar menjadi pribadi yang kuat dan berpengharapan penuh kepada Tuhan,” tegas Pdt. Hobert.

Selanjutnya, Pdt. Hobert  menjelaskan langkah agar menjadi pribadi yang kuat dan berpengharapan seperti Bangsa Israel. Caranya adalah dengan menjadi tidak takut dan mampu melihat cahaya walaupun hanya secercah di tengah bencana yang terjadi. “Meski di tengah kegelapan, banyak berkat yang masih kita terima. Berkat itu merupakan wujud cahaya anugerah dari Allah dalam kehidupan kita.”

Setelah menerima cahaya dari Tuhan, manusia juga tidak boleh lupa untuk menjadi cahaya bagi sesama, yakni dengan berbagi dan mendukung. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk berbagi dan mendukung walaupun terpisah oleh jarak. “Misalnya dengan saling mendoakan, mendukung dalam bentuk kata-kata, atau bahkan berbagi sembako bagi yang membutuhkan,” jabar Pdt. Hobert.

Pdt. Hobert pun mengajak seluruh warga SMAK 5 untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas semua berkatNya. Meski keadaan sudah sangat suram, manusia tidak boleh lupa bahwa Tuhan selalu menyertai dan memberikan cahaya kehidupan. “Kita juga harus membagikan cahaya tersebut pada sesama seperti lilin gemerlap di tengah gelap,” pesannya. (Benedicta Kalyca K. – Kelas XI IPS 2)