Menjadi Manusia Berkualitas Seperti Yusuf

Nama Yusuf dalam alkitab memang tidak banyak diceritakan, namun ayah Yesus merupakan pribadi yang memiliki kualitas yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya yang turut menyukseskan kehadiran Yesus ke muka bumi.

Jika tidak ada Yusuf, Yesus akan lahir tanpa ayah dan kehadiran Maria akan dianggap aib oleh keluarganya. Bahkan, bayi Yesus kemungkinan besar akan ikut dibantai oleh Herrodes. Semua itu tidak terjadi karena sikap rendah hati dan hormat Yusuf kepada Maria, tunangannya.

Kualitas hidup Yusuf memiliki arti bahwa bukan usia yang menentukan kualitas kehidupan seseorang. Penentunya ialah kesungguhan dalam menerima dan melaksanakan tugas yang dijalani manusia.

Setiap manusia yang hidup di dunia memiliki derajat kehadiran yang sama dengan Yusuf, yakni sama-sama memiliki tugas hidup dari Tuhan. Bentuk tugasnya saja yang berbeda. Dan keberhasilan mencapai kualitas hidup yang tinggi dapat dicapai dengan meneladani Yusuf. Caranya ialah memaknai kehidupan dengan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Sama seperti Yusuf, kehidupan manusia pada dasarnya hanya bersifat sementara seperti cameo-cameo dalam kehidupan di dunia ini. Manusia lahir dan nantinya akan mati. Perbedaannya hanya terletak pada lamanya usia.

Meski sementara, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk hidup secara berkualitas. Manusia dapat menjadikan Yusuf sebagai teladan dalam memperoleh hidup yang berkualitas. Teladan tersebut berupa upaya Yusuf menjalani kehidupan dengan penuh kerendahan hati dan kasih sayang.

Manusia dipandang sebagai orang yang berkenan di hadapan Allah saat mampu melihat bahwa seluruh kehidupan adalah pemberian Allah. Semua yang manusia miliki haruslah dipakai untuk kemuliaan Allah. Seperti Yusuf si Tukang Kayu yang mempersembahkan dirinya sebagai Ayah Yesus dan Suami Sang Perawan Maria. (Jear Nenohai S.Si (Teol) – Guru PAK SMAK 5 PENABUR)